Kamis, 05 Juni 2014

Muktamar IMM XVI di Solo



Ini adalah beberapa foto kegiatan Muktamar IMM ke XVI di Solo... Selain kegiatan utama yaitu sidang penentuan kepemimpian selanjutnya, ada pula beberapa acara yang menarik sekali. Ada acara seminar bersama Pak Amien Rais mengenai "Politik Islam guna Indonesia Berkemajuan" ada juga Panggung Budaya Pengkaderan dimana terdapat berbagai kegiatan salah satunya adalah pembedahan buku tentang "Genealogi Kaum Merah (Pemikiran dan Gerakan)" bersama Kakanda IMMwan Sobar Hatta Johari (Instruktur DPP IMM), Kakanda IMMwan Abdul Halim Sani (Penulis Buku "Manifesto Gerakan Intelektual Profetik") dan Kakanda IMMwan Ahmad Janan F. (Wakil Direktur MIM Indigenous School) .
Menolak Tunduk Bangkit Melawan Atau Mati Demi Islam Karena Mundur Adalah Sebuah Penghianatan
Fastabiqul Khairat

Pembukaan Muktamar XVI IMM di Solo


Senin, 19 Mei 2014

Celoteh Handayani

Ini adalah komentar temanku Handayani, mengenai tulisan yang aku post dalam blog ku. :)

Senin, 28 April 2014

TUBUHKU DINIKMATI SEMUA ORANG

POTRET PEREMPUAN DALAM MEDIA ELEKTRONIK DAN PEREMPUAN SHALEH

(ANALISIS WACANA PEREMPUAN DALAM IKLAN BERBAGAI PRODUK DAN PEREMPUAN DALAM BIMBINGAN ISLAM)

Perbincangan tentang perempuan akan senantiasa menarik, apalagi jika dihubungkan dengan media massa yang setiap hari kita nikmati, baik itu media cetak maupun elektronik. Bahkan terkadang seperti ada yang kurang jika sebuah tayangan televisi tidak ditampilkan sosok perempuan dengan segala daya tariknya. Namun sesungguhnya, selama bertahun-tahun peran perempuan di media digambarkan hanya sebagai seorang obyek seks. Ironisnya, sosok dan peran perempuan yang ditonjolkan oleh media massa membuat khalayak menerima pesan media sebagai realitas yang benar. Karena khalayak terus menerus disuguhi tayangan-tayangan yang menunjukkan perempuan sebagai ‘pelengkap’ laki-laki. Perempuan dipandang dari kemampuan menampilkan tubuhnya, bukan kemampuan kecerdasannya.

Tubuh perempuan berpotensi untuk dieksploitasi karena tubuh perempuan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam dunia industri media. Sebagian besar iklan menggunakan tubuh perempuan untuk menarik minat konsumen. Tampilan tubuh perempuan dalam dunia iklan diarahkan untuk kepentingan laki-laki.

Miris rasanya, ketika banyak perempuan yang menggembar gemborkan tentang emansipasi wanita tapi nyatanya masih banyak perempuan perempuan saat ini yang masih menjadi jajahan karena ketidak seganannya untuk mempertontonkan tubuhnya dihadapan khalayak. Bahkan tidak sedikit dari perempuan yang merasa bangga ketika memperlihatkan sedikit bagian tubuhnya karena mereka menganggap itulah daya tarik yang ada dalam dirinya.

Ada yang mengatakan, perempuan sekarang tidak ada yang shaleh karena lebih senang membuka ‘aurat atau berpakaian setengah telanjang dibanding berpakaian menutup ‘aurat dengan alas an jika berpakaian setengah telanjang mendapat udara sedangkan jika berpakaian menutup ‘aurat tak mendapat udara dan membuat gerah. Atau perempuan jaman sekarang lebih memilih menghiasi jalan raya dengan mundar mandir dan menjadi alat perhatian umum karena jalan raya untuk kepentingan umum.

Maka kalau sudah begitu anggapan semua perempuan maka bukan lagi boleh dikatakan tidak ada yang shaleh atau semua shaleh, tetapi sangat patut kalau kita katakana, semua perempuan itu menjadi umpan jahannam : jahannam dunia dan jahannam akhirat.

Sudah seharusnya perempuan menyadari bahwa tidak pantas seorang perempuan direndahkan derajatnya dengan cara mengumbar umbar ‘auratnya kepada khalayak dan seharusnya perempuan menyadari bahwa tawaran untuk mempertontonkan tubuhnya hanyalah cara licik oknum – oknum tertentu untuk mendapat peruntungan yang diperuntukkan dirinya sendiri.

Sebagai perempuan, menjaga kehormatan amatlah penting, seperti yang Agama maksud dalam menerangkan perempuan yang shaleh yang terdapat dalam surat An – Nisa’ ayat 33 Allah berfirman yang artinya:
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar"

Pakaian merupakan pembeda pokok antara manusia dan hewan. Selain itu juga menjadi pertanda adanya peradaban dan kemajuan. Karena pakaian merupakan alamat ketinggian manusia, peradaban dan kemajuan maka perempuan yang beradab, maju dan tinggi rasa kemanusiaannya haruslah berpakaian dengan rapih, sopan dan tertib. Dengan pakaian yang menutup ‘aurat akan dapat menjaga agamanya, kehormatannya dan rasa malunya. Bagi seorang perempuan nilainya yang paling tinggi adalah terletak pada menjaga rasa malu, peka dalam menjunjung tinggi kesopanan pergaulan. Karena perempuan diciptakan dengan sifat halus, indah dan perasa.

Dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan “Sungguh seorang perempuan bila ia menghadap bersamanya adalah setan dan jika ia membelakangi bersamanya adalah setan pula”. Ini menunjukkan bahwa perempuan itu merupakan alat setan menggoda laki – laki. Inilah rahasianya mengapa Musa ketika dipanggil oleh dua putri Nabi Syu’aib dia tidak mau berjalan dibelakang kedua gadis tersebut, tetapi dengan cepat mendahului mereka. Bahwa perempuan menjadi sumber timbulnya fitnah birahi pada kaum laki – laki sudah merupakan kebenaran.

Oleh karena itu Allah menetapkan dalam wahyu. Ia menunjukkan bahwa perkataan “PAKAIAN PEREMPUAN’ bukan perkara sepele. Begitu juga dengan penampilan perempuan. Dalam Surah al – Ahzab ayat 59 Allah berfirman yang artinya:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri – isterimu dan putrid – putrimu dan isteri – isteri kaum mukminin, supaya mereka menutup baju kurung mereka ke seluruh tubuh mereka. Demikian itu adalah untuk lebih dikenal, sehingga mereka tidak diganggu”.

Fungsi baju kurung atau pakaian taqwa itu sendiri adalah untuk menjauhkan perempuan dari gangguan laki – laki jahil, membedakan antara perempuan berakhlaq hina dengan perempuan berakhlaq mulia, mencegah timbulnya fitnah birahi pada kaum laki – laki dan memelihara kesucian agama wanita yang bersangkutan.

Maka dari itu marilah kaum perempuan, sudah saatnya tersadar bahwasanya di elukan kaum laki – laki karena kemolekan tubuh adalah suatu ketidakindahan bahkan itu adalah sebuah kerendahan seorang perempuan dimata laki – laki. Kalau perempuan kini di Barat maupun di Timur menjerit setinggi langit minta diselamatkan dari kejahilan dan keusilan tangan laki – laki, haruslah perempuan itu sendiri menyadari bahwa obatnya terletak pada “pakaian taqwa”. Tutuplah badan secara Islam, pasti kaum perempuan selamat. “Stop eksploitasi tubuh perempuan”

Sumber: Analisa Wanita Dalam Bimbingan Islam- Drs. M. Thalib

Kamis, 24 April 2014

AKU BELAJAR DARI MEREKA YANG PUNYA SEMANGAT BELAJAR

Salam :)
Aku seorang pemula yang sedang berlatih menulis, semoga kisahku bisa bermanfaat untuk teman teman yang membacanya.
Cerita ini bermula ketika aku mengikuti acara LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya) dikampusku. Acara ini bertujuan untuk meneruskan organisasi ketingkat yang lebih tinggi yaitu BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Aku mahasiswa keguruan yang di delegasi untuk mengikuti LKTM di fakultas fasrmasi, acara LKTM ini berlangsung di daerah Bogor, tepatnya di Desa Sukamulya, Jonggol Bogor. Di desa kecil ini lah aku berjumpa dengan keluarga Bapak Jainudin dan Ibu Enok yang memiliki 7 orang anak. Aku akan memperkenalkan anak anaknya Pak Jai kepada kalian.
Anak pertama Pak jai bernama Agim, lulusan SMP yang sekarang bekerja serabutan. Agim putus sekolah karena masalah ekonomi. Tidak dipungkiri, tuntutan ekonomi menjadi masalah besar kehidupan ini. Tak ada uang ya akan sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkan, seperti itu pikirku. Anak kedua Pak Jai bernama Ella, gadis manis yang sedang duduk di bangku kelas 2 SMA dan menempuh jurusan IPA disekolahnya. Ella adalah gadis yang memikat hatiku karena semangatnya dalam belajar. Akunpernah bertanya padanya, Ella mau jadi apa? Lalu ia menjawab 'Ella mau jadi dokter teh'. Cita cita yang mulia, aku hanya bisa berucap dalam hati 'lancarkanlah langkahnya untuk mencapai citacitanya nanti'. Aku menyemangati Ella dengan memberinya semangat dan memberitahu padanya bahwa sukses nya orang itu bergantung pada usaha yang dilakukannya, itu artinya Ella harus berusaha terus untuk giat belajar. Anak ke tiga Pak Jai bernama Eni, dia ada dibangku kelas 3 SMP. Sedikit sulit melakukan pendekatan dengannya karena rasa malunya yang tinggi. Sedikit menyedihkan bagiku, karena di waktunya yang senggang tidak dipakainya untuk belajar, karena Eni ada dibangku kelas 3 SMP dan seharusnya dia sudah memiliki persiapan untuk menghadapi UN. Anak ke 4 dan 5 bernama Abdul dan Julaeha yang sama sama ada dibangku kelas 6 SD. Saat aku mengajak Abdul untuk belajar, dengan spontan Abdul menjawab "Males ah teh, udah belajar di sekolah". Miris ku mendengarnya, mereka semua anak anak yang cerdas dan mampu dalam belajar namun sayang tidak didukung dengan keadaan keluarga yang kurangnperhatian. Tidak ada ketegasan dari kedua orangtuanya. Anak ke 6 bernama Agis, anak yang lugu. Agis belum menempuh dunia pendidikan namun ketertarikannya dengan belajar terlihat sekali dari keinginannya untuk belajar kwtika aku sedang membantu Ella mengerjakan PR nya. Agis mendekatiku lalu ia memberi ku sebuah buku, ia minta aku untuk memberinya beberapa pertanyaan. Maka aku beri dia beberapa soal tentang penjumlahan dan pengurangan, dengan sedikit diberi arahan, Agis mampu untuk menjawab 10 soal dariku. Lalu aku mengajarinya huruf huruf abjad, dan ternyata Agis telah mengenal huruf huruf abjad dari A sampai U, dari itu aku kenalkan nya dengan huruf V, W, X, Y, Z. Perlu beberapa kali untuk mengulang mengucapkan huruf huruf itu karena Agis cukup sulit menyebutkannya. Hingga akhirnya kita selesaikan belajar dan aku bergegas tidur. Ketika aku mulai berusaha untuk tidur, terdengar suara si kecil Agis yang ternyata masih saja menghapal huruf huruf yang tadi dia pelajari. Maka aku pejamkan mataku sambil tersenyum mendengar Agis menghafal huruf hingga ku terlelap dalam tidur. Dan anak ke 7 Pak Jai bernama Ani. Ani masih lengket sekali dengan orangtuanya karena masih kecil, belum menempuh pendidikan juga. Ani suka sekali bermain dengan kucing.
Itulah sepenggal ceritaku tentang keluarga baruku. Tidak akan pernah aku lupa kenangan sesaat kita dan akan ku bawa ceritamu serta akan kusampaikan kepada setiap orang yang aku kenal bahwasanya aku beruntung bisa mengenal mereka. Banyak ku belajar pada keluarga Pak Jai, terutama pada Ella yang menjadi guruku, guru kecilku yang memiliki cita cita mulia dengan semangatnya berusaha. Aku akan katakan pada dunia bahwa aku bersyukur karena masih ada seorang Ella yang sedang bertarung dalam kehidupannya unyuk menggapai cita citanya. Semangat terus dik, tunjukkan pada dunia dan pada mereka yang merendahkanmu! :).

MERENGEK MERINTIH MENANGISKU DALAM KEJENGKELAN HATI

Ini kali pertamanya ku menulis dalam blog. Berawal dari semangat yang menggebu dan segudang cerita yang siap aku lontarkan dalam blog ini. Membuatku mengacuhkan Lisa, teman yang ada disamping tempatku tidur sambil menulis blog ini. Beberapa kali Lisa bwrtanya meminta pendapat namun tak ku hiraukan, aku terlalu asyik menulis dan menceritakan semua yang aku rasakan... Hingga tiba pada tulisan penutup, aku baca kembali tulisanku dari atas sampai bawah, barangkali ada beberapa kata atau kalimat yang penulisannya salah dan bisa aku perbaiki. Setelah dirasa cukup benar maka aku segera mem publish tulisan itu. Namun apa daya, muncullah tulisan "doesn't published" yang berarti tulisanku tidak berhasil di post. Lalu aku menjerit merintih menangis karna tulisanku seketika itu hilang. Jengkelku, kesalku kini aku tuangkan dalam tulisan ini yang semoga saja dapat ke publish.