Kamis, 24 April 2014

AKU BELAJAR DARI MEREKA YANG PUNYA SEMANGAT BELAJAR

Salam :)
Aku seorang pemula yang sedang berlatih menulis, semoga kisahku bisa bermanfaat untuk teman teman yang membacanya.
Cerita ini bermula ketika aku mengikuti acara LKTM (Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya) dikampusku. Acara ini bertujuan untuk meneruskan organisasi ketingkat yang lebih tinggi yaitu BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Aku mahasiswa keguruan yang di delegasi untuk mengikuti LKTM di fakultas fasrmasi, acara LKTM ini berlangsung di daerah Bogor, tepatnya di Desa Sukamulya, Jonggol Bogor. Di desa kecil ini lah aku berjumpa dengan keluarga Bapak Jainudin dan Ibu Enok yang memiliki 7 orang anak. Aku akan memperkenalkan anak anaknya Pak Jai kepada kalian.
Anak pertama Pak jai bernama Agim, lulusan SMP yang sekarang bekerja serabutan. Agim putus sekolah karena masalah ekonomi. Tidak dipungkiri, tuntutan ekonomi menjadi masalah besar kehidupan ini. Tak ada uang ya akan sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkan, seperti itu pikirku. Anak kedua Pak Jai bernama Ella, gadis manis yang sedang duduk di bangku kelas 2 SMA dan menempuh jurusan IPA disekolahnya. Ella adalah gadis yang memikat hatiku karena semangatnya dalam belajar. Akunpernah bertanya padanya, Ella mau jadi apa? Lalu ia menjawab 'Ella mau jadi dokter teh'. Cita cita yang mulia, aku hanya bisa berucap dalam hati 'lancarkanlah langkahnya untuk mencapai citacitanya nanti'. Aku menyemangati Ella dengan memberinya semangat dan memberitahu padanya bahwa sukses nya orang itu bergantung pada usaha yang dilakukannya, itu artinya Ella harus berusaha terus untuk giat belajar. Anak ke tiga Pak Jai bernama Eni, dia ada dibangku kelas 3 SMP. Sedikit sulit melakukan pendekatan dengannya karena rasa malunya yang tinggi. Sedikit menyedihkan bagiku, karena di waktunya yang senggang tidak dipakainya untuk belajar, karena Eni ada dibangku kelas 3 SMP dan seharusnya dia sudah memiliki persiapan untuk menghadapi UN. Anak ke 4 dan 5 bernama Abdul dan Julaeha yang sama sama ada dibangku kelas 6 SD. Saat aku mengajak Abdul untuk belajar, dengan spontan Abdul menjawab "Males ah teh, udah belajar di sekolah". Miris ku mendengarnya, mereka semua anak anak yang cerdas dan mampu dalam belajar namun sayang tidak didukung dengan keadaan keluarga yang kurangnperhatian. Tidak ada ketegasan dari kedua orangtuanya. Anak ke 6 bernama Agis, anak yang lugu. Agis belum menempuh dunia pendidikan namun ketertarikannya dengan belajar terlihat sekali dari keinginannya untuk belajar kwtika aku sedang membantu Ella mengerjakan PR nya. Agis mendekatiku lalu ia memberi ku sebuah buku, ia minta aku untuk memberinya beberapa pertanyaan. Maka aku beri dia beberapa soal tentang penjumlahan dan pengurangan, dengan sedikit diberi arahan, Agis mampu untuk menjawab 10 soal dariku. Lalu aku mengajarinya huruf huruf abjad, dan ternyata Agis telah mengenal huruf huruf abjad dari A sampai U, dari itu aku kenalkan nya dengan huruf V, W, X, Y, Z. Perlu beberapa kali untuk mengulang mengucapkan huruf huruf itu karena Agis cukup sulit menyebutkannya. Hingga akhirnya kita selesaikan belajar dan aku bergegas tidur. Ketika aku mulai berusaha untuk tidur, terdengar suara si kecil Agis yang ternyata masih saja menghapal huruf huruf yang tadi dia pelajari. Maka aku pejamkan mataku sambil tersenyum mendengar Agis menghafal huruf hingga ku terlelap dalam tidur. Dan anak ke 7 Pak Jai bernama Ani. Ani masih lengket sekali dengan orangtuanya karena masih kecil, belum menempuh pendidikan juga. Ani suka sekali bermain dengan kucing.
Itulah sepenggal ceritaku tentang keluarga baruku. Tidak akan pernah aku lupa kenangan sesaat kita dan akan ku bawa ceritamu serta akan kusampaikan kepada setiap orang yang aku kenal bahwasanya aku beruntung bisa mengenal mereka. Banyak ku belajar pada keluarga Pak Jai, terutama pada Ella yang menjadi guruku, guru kecilku yang memiliki cita cita mulia dengan semangatnya berusaha. Aku akan katakan pada dunia bahwa aku bersyukur karena masih ada seorang Ella yang sedang bertarung dalam kehidupannya unyuk menggapai cita citanya. Semangat terus dik, tunjukkan pada dunia dan pada mereka yang merendahkanmu! :).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar