POTRET PEREMPUAN DALAM MEDIA ELEKTRONIK DAN PEREMPUAN SHALEH
(ANALISIS WACANA PEREMPUAN DALAM IKLAN BERBAGAI PRODUK DAN PEREMPUAN DALAM BIMBINGAN ISLAM)
Perbincangan tentang perempuan akan senantiasa menarik, apalagi jika dihubungkan dengan media massa yang setiap hari kita nikmati, baik itu media cetak maupun elektronik. Bahkan terkadang seperti ada yang kurang jika sebuah tayangan televisi tidak ditampilkan sosok perempuan dengan segala daya tariknya. Namun sesungguhnya, selama bertahun-tahun peran perempuan di media digambarkan hanya sebagai seorang obyek seks. Ironisnya, sosok dan peran perempuan yang ditonjolkan oleh media massa membuat khalayak menerima pesan media sebagai realitas yang benar. Karena khalayak terus menerus disuguhi tayangan-tayangan yang menunjukkan perempuan sebagai ‘pelengkap’ laki-laki. Perempuan dipandang dari kemampuan menampilkan tubuhnya, bukan kemampuan kecerdasannya.
Tubuh perempuan berpotensi untuk dieksploitasi karena tubuh perempuan memiliki nilai ekonomis yang tinggi dalam dunia industri media. Sebagian besar iklan menggunakan tubuh perempuan untuk menarik minat konsumen. Tampilan tubuh perempuan dalam dunia iklan diarahkan untuk kepentingan laki-laki.
Miris rasanya, ketika banyak perempuan yang menggembar gemborkan tentang emansipasi wanita tapi nyatanya masih banyak perempuan perempuan saat ini yang masih menjadi jajahan karena ketidak seganannya untuk mempertontonkan tubuhnya dihadapan khalayak. Bahkan tidak sedikit dari perempuan yang merasa bangga ketika memperlihatkan sedikit bagian tubuhnya karena mereka menganggap itulah daya tarik yang ada dalam dirinya.
Ada yang mengatakan, perempuan sekarang tidak ada yang shaleh karena lebih senang membuka ‘aurat atau berpakaian setengah telanjang dibanding berpakaian menutup ‘aurat dengan alas an jika berpakaian setengah telanjang mendapat udara sedangkan jika berpakaian menutup ‘aurat tak mendapat udara dan membuat gerah. Atau perempuan jaman sekarang lebih memilih menghiasi jalan raya dengan mundar mandir dan menjadi alat perhatian umum karena jalan raya untuk kepentingan umum.
Maka kalau sudah begitu anggapan semua perempuan maka bukan lagi boleh dikatakan tidak ada yang shaleh atau semua shaleh, tetapi sangat patut kalau kita katakana, semua perempuan itu menjadi umpan jahannam : jahannam dunia dan jahannam akhirat.
Sudah seharusnya perempuan menyadari bahwa tidak pantas seorang perempuan direndahkan derajatnya dengan cara mengumbar umbar ‘auratnya kepada khalayak dan seharusnya perempuan menyadari bahwa tawaran untuk mempertontonkan tubuhnya hanyalah cara licik oknum – oknum tertentu untuk mendapat peruntungan yang diperuntukkan dirinya sendiri.
Sebagai perempuan, menjaga kehormatan amatlah penting, seperti yang Agama maksud dalam menerangkan perempuan yang shaleh yang terdapat dalam surat An – Nisa’ ayat 33 Allah berfirman yang artinya:
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar"
Pakaian merupakan pembeda pokok antara manusia dan hewan. Selain itu juga menjadi pertanda adanya peradaban dan kemajuan. Karena pakaian merupakan alamat ketinggian manusia, peradaban dan kemajuan maka perempuan yang beradab, maju dan tinggi rasa kemanusiaannya haruslah berpakaian dengan rapih, sopan dan tertib. Dengan pakaian yang menutup ‘aurat akan dapat menjaga agamanya, kehormatannya dan rasa malunya. Bagi seorang perempuan nilainya yang paling tinggi adalah terletak pada menjaga rasa malu, peka dalam menjunjung tinggi kesopanan pergaulan. Karena perempuan diciptakan dengan sifat halus, indah dan perasa.
Dalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan “Sungguh seorang perempuan bila ia menghadap bersamanya adalah setan dan jika ia membelakangi bersamanya adalah setan pula”. Ini menunjukkan bahwa perempuan itu merupakan alat setan menggoda laki – laki. Inilah rahasianya mengapa Musa ketika dipanggil oleh dua putri Nabi Syu’aib dia tidak mau berjalan dibelakang kedua gadis tersebut, tetapi dengan cepat mendahului mereka. Bahwa perempuan menjadi sumber timbulnya fitnah birahi pada kaum laki – laki sudah merupakan kebenaran.
Oleh karena itu Allah menetapkan dalam wahyu. Ia menunjukkan bahwa perkataan “PAKAIAN PEREMPUAN’ bukan perkara sepele. Begitu juga dengan penampilan perempuan. Dalam Surah al – Ahzab ayat 59 Allah berfirman yang artinya:
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri – isterimu dan putrid – putrimu dan isteri – isteri kaum mukminin, supaya mereka menutup baju kurung mereka ke seluruh tubuh mereka. Demikian itu adalah untuk lebih dikenal, sehingga mereka tidak diganggu”.
Fungsi baju kurung atau pakaian taqwa itu sendiri adalah untuk menjauhkan perempuan dari gangguan laki – laki jahil, membedakan antara perempuan berakhlaq hina dengan perempuan berakhlaq mulia, mencegah timbulnya fitnah birahi pada kaum laki – laki dan memelihara kesucian agama wanita yang bersangkutan.
Maka dari itu marilah kaum perempuan, sudah saatnya tersadar bahwasanya di elukan kaum laki – laki karena kemolekan tubuh adalah suatu ketidakindahan bahkan itu adalah sebuah kerendahan seorang perempuan dimata laki – laki. Kalau perempuan kini di Barat maupun di Timur menjerit setinggi langit minta diselamatkan dari kejahilan dan keusilan tangan laki – laki, haruslah perempuan itu sendiri menyadari bahwa obatnya terletak pada “pakaian taqwa”. Tutuplah badan secara Islam, pasti kaum perempuan selamat. “Stop eksploitasi tubuh perempuan”
Sumber: Analisa Wanita Dalam Bimbingan Islam- Drs. M. Thalib