TUHAN
CIPTAKAN NUKLIR DENGAN SEGALA KELEBIHANNYA[1]
Ketika
mendengar hal-hal berkaitan dengan nuklir maka yang ada dikepala pikiran banyak
orang adalah sesuatu yang berbahaya, selalu berkaitan dengan bom, dan bisa
mematikan. Hal tersebut tidak salah namun hal itu akan terjadi jika manusia
yang dikendalikan oleh nuklir itu sendiri, sedangkan jika manusia mampu
memanfaatkan dan mengendalikan nuklir maka nuklir dapat dijadikan pemanfaatan
sesuai yang diinginkan oleh manusia itu sendiri. Hal inilah yang dibuktikan
oleh BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional)
Badan
Tenaga Atom Nasional atau yang biasa disebut BATAN adalah satu satunya tempat
di Indonesia yang menjadi tempat diolahnya uranium menjadi sebuah nuklir.
Nuklir di Indonesia diperoleh dari hasil tambang Uranium di Kalimantan. Banyak
sekali manfaat yang bisa diperoleh dari pengelolaan uranium ini, seperti dalam
hal kesehatan dan pertanian. Namun belum
banyak masyarakat yang metahui dan memahami bahwa nuklir tidak berbahaya selama
kita menggunakannya dalam kapasitas yang aman dan sesuai aturan.
Indonesia
merupakan salah satu negara yang tidak memanfaatkan nuklir dalam hal
persenjataan hal ini dikarena dahulu Indonesia dan beberapa negara lainnya
telah menandatangani sebuah perjanjian hitam diatas putih untuk tidak mengelola
nuklir ini sebagai persenjataan. Dan
nuklir
hanya diolah dan dimanfaatkan untuk mensejahterakaan rakyat dan untuk kebutuhan
rakyat.
Saat
ini pun pihak BATAN sedang melakukan proses untuk membuat PLTN atau Pembangkit
Listrik Tenaga Nuklir agar bisa dipakai di seluruh Indonesia. Namun masih harus
berusaha terutama dalam hal sosialisasi kepada masyarakat karena paradigma
masyarakat yang masih menganggap bahwa nuklir terlalu berbahaya untuk
kehidupan. Namun pembentukan PLTN ini sudah mulai didukung salah satunya oleh
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Indonseia seperti yang di muat dalam
sebuah berita.
Menteri
Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir bertekad untuk
mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Nasir tidak
ingin pembangunan PLTN di Indonesia tertunda apalagi batal, sehingga kalah
bersaing dari negara-negara seperti Bangladesh dan Vietnam. “Kalau tidak bangun sekarang, nanti kalah
bersaing. Bangladesh sudah bangun, Vietnam juga bangun. Kalau Indonesia tidak
membangun, jadi negara terbelakang,” kata dia usai menghadiri perayaan Dies
Natalis Universitas Negeri Semarang di kampus Sekarang.[2]
Pernyataan Muhammad Nasir diperkuat oleh
salah seorang Guru Besar Universitas Diponegoro itu, keberadaan PLTN
penting untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jika masyarakat Indonesia masih
tetap menolak pendirian PLTN, pihaknya berjanji akan menjelaskan secara sabar
ke masyarakat terkait pentingnya nuklir. Nuklir pun, kata dia, telah
menjadi kebutuhan dunia, bukan saja Indonesia saja. Untuk saat ini, pihaknya
akan melakukann koordinasi terkait dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral serta Badan Perencanaan Nasional untuk penentuan lokasi.
Di
BATAN inilah salah satu tempat orang-orang cerdas yang mampu mengendalikan
nuklir agar mampu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, tempat mengelola
biji-biji uranium menjadi nuklir yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan
manusia, bahkan efek-efek yang mampu membahayakan keselamatan manusia
diminimalisir dan dibuat seaman mungkin dalam pengelolaannya, agar semuanya
terlihat rapi. Hal ditu dpat terlihat dari pemantauan reaktor yang dilaksanakan
selama 1 x 24 jam terlebih jika reaktor sedang bekerja, kemudian sisi-sisi dari
tiap bangunannyapun dirancang sedemikian rupa untuk menghindari hal-hal yang
tidak diinginkan,selain itu limbah-limbah dari radioaktif inipun dikelola
dengan sebaik-baiknya, dan dirancang agar dapat aman dari jangkauan manusia dan
tidak membahayakan bagi manusia.
Setiap
alat yang terdapat didalamnya seolah-olah terancang tanpa ada kecacatan atau
kekurangan sedikitpun, semuanya dapat bekerja dengan baik dan mampu menghasilkan sebuah ketakjupan bagi
mereka yang belum paham tentang nuklir itu sendiri. Selain itu para pekerja
yang bertugas mengendalikan alat dan para ilmuan yang terus memantau reaktor
setiap harinya merupakan kumpulan dari orang-orang cerdas dan orang-orang yang
berani untuk mengambil resiko besar, dan pastinya orang-orang yang tak jenuh
untuk berfikir. Hal ini pula yang dapat dijadikan hal yang menakjubkan untuk
dipahami dan direnungkan bagi setiap manusia.
Al-Quran memerintahkan manusia
untuk merenungi kejadian-kejadian dialam semesta. Perenungan itu disatu sisi
akan mengantarakannya pada pengenalan yang semakan baik akan keagungan Sang
Pencipta dan di sisilain, pada penguasaaan ilmu dan teknologi bagi
kesejahteraan dan kelestarian manusia dibumi[3].
Dari
pemaparan diatas bahwasanya kekaguman yang dapat dari pengelolaan biji-biji
uranium menjadi sebuah nuklir yang mampu dimanfaatkan dengan baik dapat
dijadikan sebuah renungan yang baik sebagai renungan atas ciptaan-Nya yang
begitu mengagumkan. Selain itu dapat dijadikan motivasi untuk terus menuntut
ilmu dan membuka wawasan untuk lebih bersyukur atas limpahan karunia-Nya. Dan
hal yang paling penting adalah Allah Swt tidak akan menciptakan segala sesuatu
dengan sia-sia, atau dengan tanpa alasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar