Minggu, 12 April 2015

Artikel panel Si Bulan dan Matahari

TUHAN CIPTAKAN NUKLIR DENGAN SEGALA KELEBIHANNYA[1]

Ketika mendengar hal-hal berkaitan dengan nuklir maka yang ada dikepala pikiran banyak orang adalah sesuatu yang berbahaya, selalu berkaitan dengan bom, dan bisa mematikan. Hal tersebut tidak salah namun hal itu akan terjadi jika manusia yang dikendalikan oleh nuklir itu sendiri, sedangkan jika manusia mampu memanfaatkan dan mengendalikan nuklir maka nuklir dapat dijadikan pemanfaatan sesuai yang diinginkan oleh manusia itu sendiri. Hal inilah yang dibuktikan oleh BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional)
Badan Tenaga Atom Nasional atau yang biasa disebut BATAN adalah satu satunya tempat di Indonesia yang menjadi tempat diolahnya uranium menjadi sebuah nuklir. Nuklir di Indonesia diperoleh dari hasil tambang Uranium di Kalimantan. Banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari pengelolaan uranium ini, seperti dalam hal kesehatan dan pertanian.  Namun belum banyak masyarakat yang metahui dan memahami bahwa nuklir tidak berbahaya selama kita menggunakannya dalam kapasitas yang aman dan sesuai aturan.
Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak memanfaatkan nuklir dalam hal persenjataan hal ini dikarena dahulu Indonesia dan beberapa negara lainnya telah menandatangani sebuah perjanjian hitam diatas putih untuk tidak mengelola nuklir ini sebagai persenjataan. Dan nuklir hanya diolah dan dimanfaatkan untuk mensejahterakaan rakyat dan untuk kebutuhan rakyat.
Saat ini pun pihak BATAN sedang melakukan proses untuk membuat PLTN atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir agar bisa dipakai di seluruh Indonesia. Namun masih harus berusaha terutama dalam hal sosialisasi kepada masyarakat karena paradigma masyarakat yang masih menganggap bahwa nuklir terlalu berbahaya untuk kehidupan. Namun pembentukan PLTN ini sudah mulai didukung salah satunya oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Indonseia seperti yang di muat dalam sebuah berita.
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir bertekad untuk mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Nasir tidak ingin pembangunan PLTN di Indonesia tertunda apalagi batal, sehingga kalah bersaing dari negara-negara seperti Bangladesh dan Vietnam.  “Kalau tidak bangun sekarang, nanti kalah bersaing. Bangladesh sudah bangun, Vietnam juga bangun. Kalau Indonesia tidak membangun, jadi negara terbelakang,” kata dia usai menghadiri perayaan Dies Natalis Universitas Negeri Semarang di kampus Sekarang.[2] 
Pernyataan Muhammad Nasir diperkuat oleh salah seorang Guru Besar Universitas Diponegoro itu, keberadaan PLTN penting untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jika masyarakat Indonesia masih tetap menolak pendirian PLTN, pihaknya berjanji akan menjelaskan secara sabar ke masyarakat terkait pentingnya nuklir. Nuklir pun, kata dia, telah menjadi kebutuhan dunia, bukan saja Indonesia saja. Untuk saat ini, pihaknya akan melakukann koordinasi terkait dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan Perencanaan Nasional untuk penentuan lokasi. 
Di BATAN inilah salah satu tempat orang-orang cerdas yang mampu mengendalikan nuklir agar mampu dimanfaatkan dengan sebaik mungkin, tempat mengelola biji-biji uranium menjadi nuklir yang dapat dimanfaatkan bagi kehidupan manusia, bahkan efek-efek yang mampu membahayakan keselamatan manusia diminimalisir dan dibuat seaman mungkin dalam pengelolaannya, agar semuanya terlihat rapi. Hal ditu dpat terlihat dari pemantauan reaktor yang dilaksanakan selama 1 x 24 jam terlebih jika reaktor sedang bekerja, kemudian sisi-sisi dari tiap bangunannyapun dirancang sedemikian rupa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,selain itu limbah-limbah dari radioaktif inipun dikelola dengan sebaik-baiknya, dan dirancang agar dapat aman dari jangkauan manusia dan tidak membahayakan bagi manusia.
Setiap alat yang terdapat didalamnya seolah-olah terancang tanpa ada kecacatan atau kekurangan sedikitpun, semuanya dapat bekerja dengan baik dan  mampu menghasilkan sebuah ketakjupan bagi mereka yang belum paham tentang nuklir itu sendiri. Selain itu para pekerja yang bertugas mengendalikan alat dan para ilmuan yang terus memantau reaktor setiap harinya merupakan kumpulan dari orang-orang cerdas dan orang-orang yang berani untuk mengambil resiko besar, dan pastinya orang-orang yang tak jenuh untuk berfikir. Hal ini pula yang dapat dijadikan hal yang menakjubkan untuk dipahami dan direnungkan bagi setiap manusia.
Al-Quran memerintahkan manusia untuk merenungi kejadian-kejadian dialam semesta. Perenungan itu disatu sisi akan mengantarakannya pada pengenalan yang semakan baik akan keagungan Sang Pencipta dan di sisilain, pada penguasaaan ilmu dan teknologi bagi kesejahteraan dan kelestarian manusia dibumi[3].
Dari pemaparan diatas bahwasanya kekaguman yang dapat dari pengelolaan biji-biji uranium menjadi sebuah nuklir yang mampu dimanfaatkan dengan baik dapat dijadikan sebuah renungan yang baik sebagai renungan atas ciptaan-Nya yang begitu mengagumkan. Selain itu dapat dijadikan motivasi untuk terus menuntut ilmu dan membuka wawasan untuk lebih bersyukur atas limpahan karunia-Nya. Dan hal yang paling penting adalah Allah Swt tidak akan menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia, atau dengan tanpa alasan.




[1] Ditulis oleh Tiffany Al-Qomariyah & Lisa Nur Hikmawati, mahasiswi semester 6 program studi pendidikan fisika
[2] KOMPAS.com – Semarang, Senin (30/3/2015)
[3] Agus Purwanto,”Ayat-ayat Semesta, sisi Al-Quran yang terlupakan”,Mizan,Jakarta:2008,hal.3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar